Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jiwa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2011

Pemeriksaan Psikiatri

PEMERIKSAAN PSIKIATRI
Fransiska Erwin I.A., S.Ked.


1.         Keadaan Umum
·      Isi: jenis kelamin, usia, rawat diri
·      Penting untuk menentukan/memperkirakan prognosis pasien
·      Contoh: tampak seorang laki-laki sesuai usia, dengan rawat diri cukup.

2.         Kesadaran
a.  Compos mentis (kesadaran penuh): kemampuan untuk menyadari informasi dan menggunakannya secara efektif dalam mempengaruhi hubungan dirinya dengan lingkungan sekitarnya.
b.   Somnolen: terkantuk-kantuk
c.    Stupor: acuh tak acuh terhadap sekelilingnya dan tak ada reaksi terhadap stimuli.
d.   Koma: ketidaksadaran berat, pasien sama sekali tidak memberikan respon terhadap stimuli.
e.    Koma vigil: keadaan koma tetapi mata tetap terbuka.
f.     Kesadaran berkabut: kesadaran menurun yang disertai dengan gangguan persepsi dan sikap
g.   Delirium: kesadaran menurun disertai bingung, gelisah, takut, dan halusinasi. Penderita menjadi tidak dapat diam.
h.   Twilight state (dreamy state): kesadaran menurun disertai dengan halusinasi, biasanya terjadi pada epilepsi.

3.         Orientasi
·      Isi: orientasi orang, waktu, tempat, dan situasi
·      Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk menilai orientasi pasien, misalnya:
ü  Mbak, kemarin datang ke sini hari apa/sudah berapa hari?(O-w) Datang sama siapa?(O-o) Kenapa dibawa ke sini?(insight) Waktu dibawa ke sini, mbak baru apa, dimana?(o-t,s)
ü  Mbak tadi malam bisa tidur? Bangun jam berapa?(O-w) Yang nunggu mbak tadi malam siapa?(O-o) Tadi mbak sudah jalan-jalan ke mana saja?(O-t)
·      Contoh: Orientasi o/w/t/s = b/j/b/b (b: baik, j: jelek)

4.         Sikap, Tingkah Laku
·      Isi: aktivitas (hiperaktif, normoaktif, hipoaktif), kerjasama (kooperatif, nonkooperatif), psikomotor (jika ada)
·      Bentuk kelainan psikomotor yang dapat diamati:
a.    Echopraxia: menirukan gerakan orang lain
b.    Katatonia
ü   Katalepsi: pasien tidak bergerak dan cenderung mempertahankan posisi tertentu.
ü Fleksibilitas serea: gerakan yang diberikan oleh pemeriksa secara perlahan, dan kemudian dipertahankan oleh pasien.
ü   Negativisme: gerakan menentang/tidak mematuhi perintah.
c.     Katapleksi: tonus otot menghilang sementara dikarenakan emosi
d.    Stereotipi: aktivitas fisik atau bicara yang diulang-ulang
e.    Manerisme: gerakan involunter yang stereotipik
f.     Otomatis perintah: mengikuti perintah secara otomatis
g.    Mutisme: tak bersuara
h.    Agresi: perbuatan menyerang, baik verbal maupun fisik, disertai afek marah/benci.

5.         Afek
·      Afek: emosi yang diekspresikan oleh pasien, sehingga penilaiannya obyektif (dapat diamati oleh pemeriksa)
·      Afek dapat dinyatakan dalam beberapa cara:
a.    Jenis emosi : kemarahan, kesedihan, euphoria (peningkatan ekspresi kegembiraan), elasi (euphoria dengan peningkatan aktivitas psikomotor), eksaltasi (elasi yang disertai waham kebesaran), ekstase (agresi).